Kamis, Juni 29, 2006

Cowok apa Ikhwan? (Bagian 1)

Pertanyaan itu menyeruak ketika saya menyaksikan sebuah acara televisi yang dipandu Dik Doank yang mengusung judul, ”yang Muda yang Beragama”. Sekilas acaranya terlihat sah-sah saja sebagai sebuah upaya membawa misi dakwah secara gaul ke remaja masa kini. Ustadz yang dihadirkan, Ust Jefry al Buchory pun juga nggak kalah gaul ama pembawa acaranya. Yang dibahas adalah tema-tema keagamaan yang dibawakan secara funky. Saat itu sedang dibahas tentang dugem. Semua ikhwan mengenakan baju ’koko’ (baju taqwa/gamis), sedang yang akhwat berjilbab, meski sebagian masih memakai jilbab gaul.

Awalnya semua terlihat baik-baik saja, sampai ketika jeda acara menampilkan sebuah grup band yang gak terkenal, menyanyikan lagunya grup band tofu. Whalah.... udah lagunya gak Islami banget, lha koq semua pada ikut goyang ya.... Habis jeda, dilanjutkan dengan tanya jawab. Kali ini saya sedikit mencermati acara. Kemudian saya tahu, bahwa SMU yang ditampilkan adalah SMU negeri di Jakarta. Artinya, yang memakai jilbab pun merupakan jilbab asli, maksudnya yang memang tiap harinya di sekolah emang pake jilbab gitu. Di sisi lain saya menduga bahwa yang ditampilkan adalah anak-anak dari sie kerohanian Islam/Rohis, karena kecil kemungkinannya dalam satu kelas semua siswa akhwatnya pake jilbab.

Saya lebih terkejut lagi, ketika jeda yang kedua menampilkan band anak-anak SMU setempat. Tentu saja, grup band yang semuanya ikhwan ini juga memakai baju koko. Mereka menyanyikan lagunya peterpan yang bertema cinta. Yang bikin saya tambah kaget, sambil nyanyi dan berjoget, si vokalis ngajak seorang siswi (yang pake jilbab juga tentunya) sebagai model, menemaninya berjoget, bergaya seolah-olah si siswi sebagai tokoh perempuan yang diceritakan di lagu. Masya Allah...!!! saya bener-bener gak habis pikir.

Ini apa-apaan...??? Di sebuah acara yang seharusnya mendapat barokah, malah diisi kegiatan-kegiatan yang mengundang murka Alloh. Niatan ’baik’ dicampuradukkan dengan maksiat. Saya gak tahu, berapa banyak sih peningkatan ketaqwaan yang didapat para peserta dari acara ini? Apakah setimpal dengan maksiat yang dilakukan..??? Bukannya malah menjadi sebuah pembenaran, bahwa perilaku ini (joget berpasangan, nyanyi lagu pop gak karuan,... ) adalah sah-sah aja dan gak dosa jika dilakukan remaja Muslim?

Na’uudzubillahi min dzalik....

Inilah akibatnya jika pemahaman Islam tidak secara komprehensif. Saya berkhusnudzon, pengusung acara ini juga seorang Muslim, namun sungguh sayang dia mungkin belum menyadari akibat buruk dari kegiatan yang mencampuradukkan kebaikan dengan maksiat. Kenapa demikian? Karena boleh jadi acara ini memang sengaja diusung oleh para musuh Islam yang pengen menggerogoti keIslaman para remaja dengan cara yang halus.....

Na’uudzubillahi....inilah akibatnya kalau pemahaman tentang Islam, khususnya tentang fiqh dakwah tidak diikuti dengan pemahaman yang benar, terutama tentang batasan-batasannya... Islam itu fleksibel, namun memiliki batasan yang jelas. Ada hal-hal yang sifatnya tsabat (tidak berubah), ada yang taghyir (bisa berubah). Semoga bakal ada perbaikan di acara ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar