Selasa, Juli 29, 2008

Sedikit merasakan jadi PNS

Hari kamis lalu, saya ikut pembekalan calon penerima beasiswa DIKTI 2008. Alhamdulillah saya menerima beasiswa dari Dirjen Ketenagaan DIKTI untuk S3. Insya Allah akhir september ini saya mau berangkat ke Toukyou untuk menempuh riset di TouKouDai.

Sedikit yang mau saya komentari, adalah sesi dari Dirjen Ketenagaan. Yang memberikan adalah seorang pejabat dari bagian sertifikasi Dosen. Hmm... Jadi kayak gini ya seorang pns menghadapi atasannya... Atau lebih pas kalau saya komentari tentang bagaimana seorang atasan memandang bawahan pns-nya.

MILITERISTIK!!!

Satu hal yang langsung tertancap di otak saya begitu mulai mendengarkan paparannya adalah KEPATUHAN. Seolah-olah hal pertama yang harus ada di pikiran seorang pns adalah bagaimana patuh pada atasan dan aturan negara. Pendekatan yang dilakukan pun pendekatan ala militer. Kami dijejali dengan berbagai aturan, kewajiban-kewajiban, aturan-aturan, serta ancaman-ancaman sanksi. Sedikit sekali dibahas tentang hak maupun kontra prestasi.

Gak heran memang jika akhirnya sikap dan moral pns kita disimpulkan dengan sebuah pernyataan pendek: 'Asal Bapak Senang'. Lha bagaimana tidak. Sistemnya memang dibuat agar karir dan penilaian kinerja seorang pns sangat ditentukan oleh atasannya. Nggak peduli bahwa respek atasan diperoleh dengan cara yang benar ataupun tidak. Filosofi bahwa pns abdi negara, dibelokkan seolah-oleh negara direpresentasikan dalam sosok atasan. Nggak jelas ditaruh dimana moral bahwa pns pelayan masyarakat, yang hidup dari keringat rakyat, yang menggaji melalui pajak itu menjadi semboyan pns.

Well, nggak usah panjang-panjang lah. Manifestasinya kita temukan hampir disetiap tempat disekitar kita. Masyarakat bukanlah raja yang mendapat pelayanan prima, tapi justru dijadikan kesempatan mencari tambahan penghasilan. Saatnya mereformasi aparat birokrasi dan pns kita..!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar