Minggu, Oktober 19, 2008

Naik den sha

Jaringan kereta api merupakan nafas kehidupan orang Jepang, khususnya di Tokyo. Seperti angkot bagi orang Bandung kayaknya. Cuma yang ini lebih gila. Di sebuah line/jurusan, melintas setidaknya 1 rangkaian kereta setiap 3-5 menit. Ada yang lokal, ada juga yang ekspress. Bagi anda yang hendak ke Jepang, saya sarankan agar mengerti dulu tentang jaringan kereta api, minimal pada tempat2 yang akan anda kunjungi. Untuk mengetahui rute dan jurusan bepergian dengan kereta api, asalkan anda tahu nama stasiun/eki berangkat dan tujuan, bisa menggunakan http://world.jorudan.co.jp/norikae/cgi-bin/engkeyin.cgi.

Sebagian kereta di Jepang sudah dilengkapi layar/running text yang berisi penjelasan dalam tulisan Jepang dan English. Tapi yang jelas ada announcment, walau sebagian masih disampaikan dalam bahasa Jepang saja. Karenanya, harus benar-benar ingat nama eki tujuan, sehingga mengerti ketika disebut oleh kondektur. Hati-hati pada pengucapan oleh orang Jepang bagi anda yang tidak biasa, serta jangan salah turun di eki sebelum eki tempat anda ingin turun. Dalam pengumuman kondektur, biasanya selain nama eki yg akan tiba, disebutkan juga eki selanjutnya. Klo yang paling aman ya lihat nama stasiunnya klo keretanya melambat mau berhenti...

Perlu diperhatikan jika naik kereta pas jam sibuk, saking ramainya sampai harus berdesak-desakan di kereta. Bahkan ada petugas yg khusus membantu orang (mendorong) masuk ke kereta. Nah, orang jepang tidak suka didesak orang, dimana orang itu menghadapnya. Jadi, klo anda harus mendesak orang karena ingin masuk kereta, atau karena terdesak orang lain, pastikan anda membelakangi orang yang akan di desak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar