Uh, lama juga tidak nulis. Sibuk ngurus acara Golden Week, dll.
Di perjalanan pulang tadi, saya teringat diskusi beberapa pekan yang lalu tentang takdir. Ada teman yang berpandangan bahwa kita pasti bisa mengatasi segala ujian Allah pada kita. Saya rasa itu harus dicermati, dalam artian kita jangan terlalu yakin bahwa kita pasti lulus dari ujian Allah. Memang dalam Qur'an, tepatnya di surat Al Baqarah dikatakan bahwa Allah tidak akan membebani hambanya diluar kemampuannya. Tapi bagi saya ayat itu menunjukkan kasih Allah dan keadilanNya pada hambaNya, tidak akan membebani melebihi kemampuan sang hamba. Sama sekali tidak menjamin atau dapat diartikan bahwa kita pasti lulus dari ujian itu.
Justru di ayat yang sama, Allah mengajarkan sebuah doa orang-orang salih, yang memohon kepada Allah agar tidak memberikan cobaan yang tidak akan sanggup dipikul. Ini sebuah gambaran agar sebagai manusia kita selalu bersiap kepada cobaan, dan tidak perlu menantang Allah untuk menguji kita. Apalagi memohon ujian yang berat, karena yakin pasti bisa melewati. Duhai, betapa sombongnya jika sampai berpikiran demikian.
Sekali lagi, ayat tentang tidak membebani diluar kemampuan adalah sebuah petunjuk untuk selalu optimis menjalani hidup dan menghadapi berbagai ujian yang ada. Namun bukan berarti kita bisa over confident dan menganggap kita pasti mampu mengatasi ujian hidup dengan kemampuan kita sendiri saja...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar