Ditengah carut-marutnya dunia penelitian Indonesia, artikel yang saya post sebelumnya seolah memberikan secercah semangat baru buat saya. Sejak lama saya yakin, para ilmuwan dan peneliti Indonesia sangat mampu menghasilkan karya yang bisa dibanggakan. Contohnya ya roket dan pesawat itu.
Apa yang membuat saya turut bangga?
Sebagai orang yang mengerti sulitnya menekuni dunia penelitian di Indonesia, keberhasilan sebuah riset seperti ini menyimpan sebuah kerja keras yang luar biasa. Ditengah keterbatasan support dana, sulitnya menyediakan alat dan bahan karena 'kecurigaan' negara produsen, rendahnya penghargaan (baca: penghasilan) yang bisa diterima, berlebihannya ekspektasi masyarakat atas kerja ilmuwan ditengah ketidaktahuan mereka tentang bagaimana mengembangkan produk, maka bisa konsisten menghasilkan penelitian adalah sebuah prestasi tersendiri.
Saya jadi ingat, di lab saya pernah (Saya tidak tahu apakah penelitian itu masih berlangsung) memulai penelitian pengembangan teknologi "Night Vision" yaitu mengembangkan kamera untuk kondisi gelap tanpa cahaya. Kita biasa melihatnya di film-film action dipakai pasukan khusus pada peperangan dan misi-misi malam hari. Saat ini, teknologi itu masih berputar dikalangan militer secara terbatas di negara maju.
Ide penelitian itu justru datang dari lembaga penelitian negeri jiran kita, yang turut disponsori tentara diraja malaysia. Mereka ingin berkolaborasi dengan kami, karena memang kemampuan riset mereka memang belum bisa apa-apa. Yang ingin saya ceritakan: ketika TNI mengetahui hal tsb, dengan bersemangat mereka menyatakan nggak mau kalah dan ingin turut memakai hasilnya nanti. Namun mereka tidak bisa terlibat banyak dalam pengembangannya.
Secara kasar saya ingin menyatakan: Mau hasilnya saja.... nggak mau susahnya...
Ada banyak kasus sejenis di dunia penelitian kita. Saya yakin kita mampu, tapi bangsa kita membuat kemampuan itu seakan tiada makna... Semoga pemerintah, kementrian ristek, dan kementrian diknas yang baru bisa berbuat lebih baik untuk mendukung dunia penelitian Indonesia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar