Kamis, Maret 26, 2009

Pertama: Kepedulian

Dalam tulisan sebelumnya, saya bilang bahwa saya mencoba melakukan sesuatu untuk memperbaiki keadaan. Saya sampaikan bahwa apa yang saya lakukan itu tidak untuk dibagi disini. Well, saya memang tidak akan membagi secara rinci apa yang sedang coba saya lakukan, tapi saya ingin membagi secara garis besar konsepnya saja.

Sebelum kita bisa melakukan sesuatu, hal pertama yang harus ada pada diri kita adalah kepedulian. Peduli terhadap nasib bangsa Indonesia. Peduli terhadap kemelaratan, keterpurukan, dan penderitaan rakyat Indonesia. Peduli kepada kerusakan moral dan kebobrokan penyelenggara negara. Meskipun dengan berbagai situasi itu, kita secara pribadi bisa survive dan masih bisa menikmati keadaan.

Sesungguhnya inilah batas pembeda pertama antara seseorang yang memang ingin berbuat baik dengan mereka yang hanya ingin mementingkan diri sendiri. Yang menjadi masalah sekarang adalah seberapa besar lingkaran kepedulian kita. Seberapa besar perhatian kita kepada dunia kita.

Adalah biasa jika kita hanya memperhatikan dan memikirkan apa-apa yang melekat dan secara langsung mempengaruhi kehidupan kita. Itu lingkaran kepedulian paling kecil seorang manusia normal dalam penilaian saya. Itu saya lihat pada kebanyakan orang Jepang di sekitar saya disini. Meski ada juga yang memberi perhatian kepada orang lain di sekitarnya. Setelah itu, ada orang-orang yang peduli kepada lingkungan sekitar yang ditemuinya sehari-hari. Dia peduli kepada teman-teman bermain, teman kuliah, keluarga dekat, dsb.

Bagi orang yang memiliki kepedulian lebih besar, dia akan menaruh perhatian pada hal-hal yang secara tidak lengsung berpengaruh pada dirinya, atau bahkan yang tidak membawa pengaruh sedikitpun. Tapi tentu saja ada alasan-alasan khusus yang turut menentukan besar-kecilnya kepedulian seseorang pada dunianya, dan biasanya ini berkaitan erat dengan visi hidup dan nilai-nilai yang diyakini, termasuk didalamnya nilai-nilai agama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar