Selasa, Maret 31, 2009

Ketiga: Bergerak

Jika sudah ada harapan bahwa perbaikan itu bisa diusahakan, tahap selanjutnya ya mulai bergerak. Jangan hanya diam. Apalagi hanya bisa berkeluh kesah. Atau lebih buruk malah rajin mengkritik dan mempertanyakan usaha orang lain. Dan catatan saya, BERGERAK TIDAK CUKUP HANYA UNTUK DIRI SENDIRI. Sering saya menemui seseorang teman atau kenalan yang masih peduli pada nasib bangsa ini, dan ketika saya bertanya tentang apa yang bisa mereka lakukan untuk berkontribusi, jawabnya adalah menjadikan diri sendiri yang jujur, bersih, dan profesional.

Tapi untuk sebuah berkontribusi, saya rasa hal itu terlalu minimalis dan belum cukup. Selain untuk diri sendiri, anda juga harus mampu mengajak dan membangkitkan orang lain. Dan ini memang membutuhkan pengorbanan yang lebih. Berkorban waktu, tenaga, pikiran, dan biaya untuk upaya itu. Juga berkorban perasaan menghadapi penolakan, cemooh, ejekan, dan penolakan dari upaya-upaya itu. Tapi saya sadar bahwa ini memang tidak mudah, terutama jika memang masih kuat sikap egois dalam kepribadian kita.

Berani terima tantangan ini?

Akhirnya, marilah kita merenungi firman Allah dalam QS An Nisa ayat 95:
"Tidaklah sama antara mukmin yang duduk yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjuang di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjuang dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjuang atas orang yang duduk dengan pahala yang besar."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar