Sabtu, November 01, 2008

Always do the best...

Saya ingin menulis kembali, apa yang sempat saya sampaikan pas pengajian midori tadi malam... Tentang sebuah pengalaman lama yang begitu berkesan. Saat itu, saya masih tingkat 2 kuliah di Elektro ITB. Di sebuah responsi praktikum elektronika, sengaja menghadirkan salah seorang putra terbaik Indonesia, satu-satunya orang Indonesia pegiat mikroelektronika yang belajar langsung dari penemu transistor, Pak Samaun.

Setelah sedikit berbagi pengalaman, beliau menerima pertanyaan yang bagus, "Pak samaun, if you are reborn and able to choose, who would you choose to be?". Jawabannya sangat mengesankan saya, "Saya ingin menjadi Samaun Samadikun. Tapi Samaaun Samadikun yang lebih giat, lebih keras berusaha, dan lebih baik dan bersungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan..."

Sebuah pernyataan yang bagi saya menggambarkan kesadaran yang paripurna tentang hidup (Paripurna dalam salah satu sudut pandang tentu saja...). Bahwa hidup bukan melulu merupakan fungsi hasil dan pencapaian, tapi juga merupakan sebuah fungsi proses. Bahwasannya beliau menggunakan kata-kata 'lebih', itu mengambarkan tidak semua kehidupan yang dijalaninya menggembirakan, tapi juga ada yang mengecewakan. Tapi yang tersirat buat saya adalah, keberhasilan, kepuasan, sekaligus kekecewaan atau bahkan penyesalan itu berpadu menjadi sebuah paparan kehidupan yang indah dan membahagiakan, sehingga tiada penyesalan di penghujung kehidupannya, tercermin dari pernyataannya, "Saya ingin kembali dilahirkan sebagai Samaun Samadikun..."

Well, saya menyampaikan ini terkait topik kajian tadi malam tentang kesia-siaan hidup. Sejauh saya mengerti, tiada yang sia-sia dalam hidup ini. Kegagalan, kekecewaan, sesuatu yang kita sesali boleh jadi akan memberi pelajaran sangat berharga bagi kita. Maybe, it just a matter of time, sampai saat kita memahami hikmah yang terkandung dari sesuatu yang kita sesali itu. Seperti kata Allah SWT, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Akhirnya, seperti pesan Pak Samaun, boleh jadi pula yang patut kita sesali adalah dikala kita tidak berusaha memberikan yang terbaik dalam hidup ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar