Senin, November 10, 2008

Semoga bapak sehat dan barakah umurnya..

Saya ingin sedikit curhat. Kejadian pagi ini di perjalanan menuju kampus membuat saya sedikit sedih. Saya ketemu bapak-bapak tua yang sendirian bepergian naik kereta. Naiknya sama sengan saya, dari Aobadai, transit di Futako Tamagawa dan turun di Ookayama. Bahkan kami naik kereta di Abobadai dari pintu yang sama. Usianya sudah senja, terlihat dari keriput serta langkah kakinya yang tertatih tiada mampu melangkah cukup jauh dan cepat karena kemunduran sistem motoriknya sudah nampak jelas terlihat. Sedih, saat naik kereta yang tidak begitu penuh namun tiada tempat duduk tersisa. Tak ada yang peduli dengan si bapak tua yang berdiri dengan keterbatasan fisiknya. Untung saat itu bukan jam sibuk sehingga tampaknya bapak tua cukup menikmati perjalanan berkeretanya.

Saya langsung tambah sedih dan teringat dengan Bapak saya di Solo. Usianya mungkin tidak setua si bapak di kereta, tapi Bapak saya mengalami gangguan syaraf sehingga tidak mempu berdiri terlalu lama, bahkan 5 menitpun tak kuasa. Saya sedih dan merasa tidak berbakti, sebagai satu-satunya anak lelaki yang meninggalkan orang tua saya sejak saya kuliah dulu. Saya sungguh bersyukur kakak sulung saya tinggal serumah dengan Bapak-Ibu. Namun tetap saja saya merasa bersalah, meski berulang kali Bapak-Ibu menegaskan keikhlasannya bahwa saya hidup berjauhan dengan beliau, dulu ketika saya berangkat menempuh kuliah S1, kemudian ketika saya memulai s2 saya, dan terakhir kemarin ketika saya akan berangkat ke Jepang. Salah satu keinginan terakhir Bapak adalah Beliau berharap masih dapat menyaksikan saya menyelesaikan pendidikan s3 ini dan kembali pulang ke Indonesia.

Saya teringat kembali masa-masa dulu saya setia mengantar Bapak dan Ibu jika ada keperluan, meski di awal-awal kadang dengan perasaan sedikit dongkol karena mengganggu aktivitas saya (Mohon ampun ya Allah atas kekhilafan saya dahulu... Semoga Engkau tidak menghapuskannya dari tabungan amal shalih saya). Sungguh saya merindukan bisa membantu mewujudkan keinginan dan kebutuhan Bapak-Ibu, dan selalu memendam keinginan untuk bisa mendampingi masa tua Bapak-Ibu..

Sekarang jauh disini, yang bisa saya lakukan hanyalah bekerja dan berusaha keras dan cerdas untuk mewujudkan harapan Bapak saya. Dan hanya untaian doa yang bisa saya persembahkan, semoga Bapak selalu sehat, diringankan sakitnya, diberikan kesabaran, kegembiraan, dan kebahagiaan, dan senantiasa diberkahi usianya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar