Saya terharu ketika melihat menemukan video ini di youtube,
http://www.youtube.com/watch?v=69pme1jxQbA, dan masih banyak video-video lain sejenisnya. Sejak peristiwa 11 September, 20.000 orang Amerika memeluk Islam setiap tahunnya. Sungguh, jika Allah berkehendak, tiada yang dapat memalingkan siapapun dari hidayahNya.
Berbagai peristiwa akhir-akhir ini membuat saya merenung kembali tentang bagaimana mengembalikan kejayaan Islam. Yang cukup menyita perhatian saya tentu saja eksekusi Amrozi dkk yang sampai saat saya menuliskan ini masih belum ada kepastiannya. Muslim di Indonesia dan umumnya didunia tentunya merupakan salah satu pihak yang dirugikan oleh tindakannya.
Ah tunggu dulu..., saya tidak ingin menilai benar atau tidaknya tindakan Amrozi dan kawan-kawannya, karena saya yakin Allah Maha Adil lagi Maha Mengetahui. Tapi berlipat gandanya jumlah muallaf baru di negeri paman sam sepertinya lebih karena pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang Islam, yang mereka dapatkan dari kaum Muslim disekitar mereka. Memang tidak dapat dipungkiri, peristiwa 11 September (Atau mungkin juga peristiwa bom bali) menjadi salah satu alasan para mualaf ini mulai berpikir dan mencari tahu tentang Islam. Tapi itu berlaku di Amerika dan Eropa, dimana budaya belajar dan kebutuhan akan informasinya lebih berkembang dari pada Indonesia. Tapi tentu saja ada banyak cara yang lebih baik untuk menimbulkan ketertarikan orang kepada Islam, dan menebar teror bukanlah salah satu cara yang dibenarkan.
Seandainya kaum Muslimin disekitar para pencari kebenaran tadi bersikap apriori terhadap non-Muslim yang bertanya tentang Islam (Meski hal itu wajar saja pasca 9/11), mungkin orang-orang ini akan semakin teguh pemahamannya yang salah tentang Islam. Di sisi lain, boleh jadi pula kemauan mereka untuk bertanya itu, karena mereka telah melihat akhlaq yang mulia yang telah ditunjukkan oleh orang-orang Muslim tadi.
Lantas, apa hubungannya dengan kelompok Amrozi? Jujur saja, perilaku yang ditunjukkan oleh kelompoknya justru semakin membuat orang yakin bahwa Islam mengajarkan kekerasan. Islam semakin menjadi bahan olok-olok dan pelecehan. Bahkan Muslim pun juga dihalalkan darahnya karena tidak sejalan dengan cara-cara mereka dalam mengamalkan Islam. Saya sama sekali tidak meyakini bahwa cara-cara ini akan mengembalikan kejayaan Islam.
Saya lebih yakin bahwa dengan pemahaman yang benar, menyeluruh, dan seimbang tentang Islam, kemudian mengamalkan dan mengejawantahkannya dalam keseharian adalah metode paling jitu mengembalikan Islam pada kejayaannya. Kaum Muslim yang masih awam dengan Islam harus disentuh dan diajak lebih dekat dengan Islam dengan kelembutan dan keteladanan. Sikap ramah, jujur, amanah, dan toleran terhadap perbedaan pasti lebih menarik dari pada sikap kaku dan permusuhan yang terkadang masih ditunjukkan oleh sebagian kaum Muslimin, bahkan kepada sesama kaum Muslimin. Alangkah menyedihkan...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar