Selasa, November 04, 2008

Caranya ngirit di Tokyo

Sebagian besar situs yang saya kunjungi yang bercerita tentang kehidupan di Tokyo memaparkan bahwa biaya hidup di Tokyo minimal adalah 150 ribu yen. Well, secara simpel saya setuju aja. Tapi tahukah anda kalau saya sebulan saat ini hanya menghabiskan kurang dari 50 ribu yen?

Memang pengaruh paling besar datang dari biaya asrama, dimana biaya sewa, perawatan, internet, gas, air, dan listrik, total hanya sekitar 20 ribuan yen saja. Untuk makan, rata-rata sebenarnya saya menghabiskan hanya 20 ribuan yen. Jadi, klo mau hidup ngirit di Tokyo, jika diasumsikan biaya sewa apartemen, listrik, air, internet, dan gas sekitar 75 ribuan yen (Hidupnya di Apato ya, single room, tapi bisa dapat yg dgn fasilitas bed, AC/pemanas, dan fridge lho..), cukuplah sebulan 100 ribu yen.. Tapi anda harus perhitungkan biaya-biaya untuk modalnya ya, misalnya biaya awal pindah ke apato (total sekitar 4x biaya sewa bulanan, yah 200ribuan yen cukup lah...), biaya punya alat masak, dll, meski gak begitu mahal juga.

Gimana supaya ngirit? Menurut saya ada 4 langkah utama ngirit.
1. Pastikan anda menggunakan commuter pass untuk menggunakan kereta. Bayangkan. Dari asrama sampai kampus saya, sehari pp perlu 480yen. Sebulan, asumsi libur sabtu-minggu 8 hari, untuk transportasi minimal perlu 10,560yen. Dengan commuter card, anda cukup mengeluarkan 3,500yen sebulan, dan anda bisa bolak-balik sepuasnya sepanjang jalur langganan anda.
2. Masak sendiri. Biaya makan yg cukup enak dan mengenyangkan sekitar 350yen. Jika sehari anda menghabiskan sekitar 1,200 (tambah minum, dll), sebulan anda menghabiskan sekitar 36 ribu yen. Dengan masak sendiri, biaya ini bisa ditekan kurang dari setengahnya. Saya biasa belanja mingguan sekitar 2000-3000 yen. Nggak kurang gizi koq, asal nggak berlebihan. Bisa mengkonsumsi telor/ikan/daging tiap hari, sayur, minum susu murni 2 liter/minggu, sari buah 2 liter/minggu, dll.
3. Berbelanja di toko yang benar. Untuk belanja kebutuhan sehari-hari, saya cukup mengandalkan 4 toko. Fit Care Depot untuk belanja beras, susu, telor, dan air mineral, toko khusus sayuran untuk belanja sayuran dan ikan, serta 99 yen shop untuk kelengkapan belanja. Barang-barang keperluan sehari2 lainnya (alat2 masak, dll) enak dibeli di 100yen shop. Catatan, saya sebulan lebih di Tokyo belum pernah belanja daging, karena meragukan status kehalalannya.
4. Jangan konsumtif. Harus disiplin untuk berhati-hati membelanjakan uang. Misalnya diajak makan teman di kantin, beli bento, dll. Kadang-kadang, saat anda jalan-jalan ke flea market (pasar barang bekas), biasanya nafsu belanja suka muncul melihat harga barang yg begitu murah..

Sebenarnya, ada jg trik tambahan lain, misalnya menyiasati nelepon ke Indonesia, atau mengurangi belanja alat2 elektronik. Tapi yg ini situasional. Selamat berusaha...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar