Ketika bercerita tentang kesan dan pesannya menjalankan ibadah haji kemarin, Pak Wisnu, salah seorang sahabat saya, menekankan keyakinannya bahwa umat Islam pasti akan mampu menguasai dunia, setelah menyaksikan kekuatan umat Islam yang direpresentasikan dengan jamaah haji yang datang ke Makkah. Pertanyaannya, bilamanakah umat Islam bisa bersatu dalam menuju kebangkitan umat Islam?
Sebuah pertanyaan yang membuat saya prihatin. Jika melihat kondisi di Jepang, sebagai sebuah gambaran komunitas Islam minoritas, tampaknya dalam situasi terbatas umat Islam menjadi sedemikian rukun dan mampu bersinergi. Namun ketika berada dalam kemajemukan, situasinya berbeda. Coba kita kunjungi salah satu homepage Islam terkenal, yaitu Eramuslim.com. Situs ini pernah menjadi salah satu media utama gerakan tarbiyah di Indonesia, yang kemudian melahirkan partai keadilan sejahtera di Indonesia. Namun dinamika dakwah menjadikan sebagian kadernya memilih berada di luar barisan utama, dan bersikap kritis, terutama ditujukan kepada para pemimpinnya. Redaksi Eramuslim tampak berada di barisan ini. Lebih jauh, aktifitas de-marketing pks tampaknya menjadi salah satu aktifitasyang dilakukan di dunia maya. Coba tengok rubrik 'manhaj dakwah' atau editorialnya. Paling parah adalah bagian diskusi.
Kritik itu bagus, karena kritik itu konstruktif. Beda dengan hujatan. Saya suka membaca kritik di Eramuslim, atau kalau dulu ada blog namanya pkswatch. Yang bikin sedih adalah ketika Eramuslim latah membiarkan fitur komentar tanpa termoderasi. Sama dengan pkswatch dulu. In my opinion, pkswatch lebih gentle karena pemilik blog (nickname DOS) bersedia melayani diskusi dengan para pengunjung blognya, meski ia menyembunyikan identitasnya. Eramuslim dalam websitenya acapkali menampilkan artikel atau berita yang dikemas sesuai opini para editornya, yang acap mengundang pembacanya untuk berkomentar, yang pro maupun kontra. Dan yang paling saya sesalkan, Eramuslim membiarkan adu komentar berlangsung, meski sudah mengarah kepada tuduhan, bahkan caci maki dan hinaan. Apalagi jika sudah menyangkut pks. Barisan yang kecewa pada pks, atau yang sejak awal tidak bersepakat dengan pola perjuangan pks seperti mendapat wadah untuk menumpahkan uneg-unegnya. Yang pro juga kadang terpancing untuk membalas. Padahal mereka, yang pro maupun kontra sebagian besar sama-sama berkembang dari aktifitas tarbiyah pks.
Dulu saya sempat berpikir jika ada pengelola website yang mematikan fitur komentarnya sebagai arogan. Tapi contoh kasus di Eramuslim memberi perspektif bagi saya bahwa itu adalah sebentuk tanggung jawab dari pengelolanya. Alangkah baiknya jika Eramuslim turut memoderasi atau mematikan peluang dan sumber-sumber perpecahan itu, supaya Eramuslim tetap pantas menyandang slogan Media Islam Rujukan.
Itu baru di Eramuslim, sebagai salah satu contoh kasus di jamaah tarbiyah. Ternyata, perpecahan juga terjadi di gerakan dakwah yang lain, misalnya salafy. Jika cermat mengamati berbagai situs (website, blog, dll) salafy, tidak sulit menemukan artikel yang membahas penyimpangan-penyimpangan kelompok lain: pks, hti, jt, dsb, bahkan beberapa kelompok salafy sendiri. Hizbut Tahrir Indonesia juga tidak luput dari dari pertentangan, dibuktikan dengan berpisahnya Ust. Muhammad Al Khattah yang mendirikan hdi (Hizbud Da'wah Islam). Jika ditanya mengapa bergabung dengan hdi, beberapa aktifisnya menyatakan bahwa hti sudah parah terserang virus ashobiyah.
Sepertinya umat Islam perlu lebih banyak mengingat firman Allah, Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (QS Al Fath:29). Kemudian memperbanyak melakukan amal shalih sesuai pemahaman kita masing-masing, dan menghindari menyerang kelompok yang tidak sesuai dengan jalan yang kita tempuh.
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS At Taubah:105)
Rabu, Januari 05, 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar