Ini adalah pointer materi yang saya siapkan untuk kajian Midori 19 Desember 2008. Silakan membaca, semoga bermanfaat.
================================================================
Berinteraksi dengan Islam
1. Interaksi pribadi dengan Islam yang paripurna menghasilkan pribadi rabbani (Sibghah Allah: QS 2:138), yaitu pribadi yang berinteraksi dengan sempurna dengan Islam dan seolah-olah menjadi satu kesatuan (Hadits Aisyah tentang akhlaq Rasulullah SAW).
2. Dasar interaksi ini adalah keimanan yang bersih dan menyelamatkan (Saliimul Aqidah) yang mencakup mulai pemahaman yang betul tentang pokok-pokok keimanan (Hadits tentang Islam, iman, dan ihsan), pemahaman yang paripurna tentang kesempurnaan Islam (QS 34:28; 5:3), serta kesediaan untuk menerima dan melaksanakan syariat Islam seutuhnya (QS 2:208; 49:14).
3. Proses interaksi dengan Islam dilakukan dalam berbagai aspek kemanusiaan:
a. Akal, adalah dengan melengkapi ilmu dan pengetahuan tentang Islam, sebagai salah satu sumber motivasi dalam mencintai Allah (QS 17:36). Lihat juga kisah Ibrahim AS dalam mengenal Allah (QS 2:260; QS 6:75-79).
b. Hati, adalah dengan memupuk iman dan rasa cinta (mahabbah) kepada Allah, sehingga muncul penerimaan sempurna pada syariat Allah. Pada puncaknya, ilmu (akal) dan perasaan (hati) menumbuhkan keyakinan dan tekad (azzam) yang kuat dalam mengejar ridha Allah (QS 3:173, 160)
c. Jasmani, adalah dengan adanya keterlibatan fisik (amal) dalam interaksi dengan Islam (QS 3:146).
4. Ketiga aspek di atas, harus berjalan dengan beriringan, dalam arti suatu amal ibadah dan amal shalih lainnya harus dilandasi dengan ilmu tentang syariat amal tersebut dan dibalut dengan kemauan dan keimanan dalam rangka mengejawantahkan rasa cinta seseorang kepada Allah Penciptanya (QS 3:146).
5. Perjalanan interaksi dengan Islam bukanlah sebuah proses instan, melainkan suatu proses bertahap dan berkelanjutan sebagaimana Rasulullah dengan bimbingan Allah telah membina dan membentuk generasi sahabat (QS 17:106), juga dalam pengharaman khamr (QS 2:219 → 4:43 → 5:90-91). Juga karena tantangan dan godaan itu akan berlangsung sepanjang hayat yang menyebabkan naik turunnya keimanan (QS 48:4).
6. Dalam proses interaksi dengan Islam juga diperlukan interaksi dengan Muslim yang lain, termasuk dalam rangka saling mengajarkan dan memberikan nasihat (QS 2:151; 3:79; 62:2). Dari sinilah muncul pula kebutuhan untuk berinteraksi dengan Islam dalam aspek ukhuwwah.
7. Kesimpulannya, pembentukan pribadi rabbani hanya bisa di capai dengan proses pendidikan rabbani berkelanjutan yang memadukan keempat aspek tersebut (Akal, perasaan, jasmani, dan sosial) secara lengkap&sempurna (tarbiyah Islamiyah istimrariyah mutakammilah), dan dilakukan secara seimbang (tawazun).
Wallahu a'lamu bishshawaab.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar