Jumat, Desember 26, 2008

Cinta dan pengorbanan

Berkorban untuk orang lain, saya definisikan sebagai mengalahkan kepentingan pribadi untuk kepentingan orang lain, sehingga diri sendiri harus menanggung suatu kondisi yang lebih sulit atau tidak nyaman, dibandingkan jika pengorbanan itu tidak dilakukan. Mengaitkan cinta dengan pengorbanan, saya jadi teringat dengan ungkapan Sujiwo Tejo, seorang seniman Indonesia, bahwa tidak ada pengorbanan untuk cinta. Tapi saya ingin mengubah ungkapan itu menjadi, 'Kita harus mau berkorban demi cinta, namun tiada pengorbanan bagi sebuah cinta yang tulus.'

Cinta yang tulus? Ya. Maksud saya cinta yang paripurna. Ketika kita sudah menganggap kepentingan orang atau sesuatu yang kita cintai sebagai kepentingan kita sendiri. Saat itu, tiada lagi pengorbanan. Bahkan sesuatu yang dimata orang lain sebagai sebuah pengorbanan, malah menjadi sesuatu yang membahagiakan, bagi seseorang yang melakukannya demi cinta yang tulus. Seperti kebahagiaan seorang ibu ketika melahirkan bayinya, segala kesusahan yang terasa selama 9 bulan sebelumnya terhapus sudah. Seperti kebahagiaan istri saya ketika saya senang, bergembira, dan berbahagia ketika menikmati masakannya. Juga seperti bahagianya ibu saya yang melihat anak-anaknya bergembira menikmati masakan Ibu ketika pulang ke Solo, meski untuk itu beliau di usianya yang cukup tua harus bersusah payah berbelanja, meracik bumbu, dan mengolah masakan sehingga acap kali kecapekan. Seperti kebahagian seorang Muslimah mengenakan jilbab, meski kaum feminis menganggapnya sebagai suatu bentuk ketertindasan. Seperti kebahagiaan seorang Muslim sejati tatkala menghadapi kematiannya sebagai syuhada...

Mengapa membedakan cinta yang tulus dengan yang biasa? Karena buat saya cinta itu bukan sesuatu yang diskrit. Cinta bisa berkurang dan bisa bertambah. Kita bisa belajar untuk mencintai. Cinta juga bisa dibina, ditumbuhkan, dan dirawat. Cinta yang tulus adalah bentuk cinta yang sudah tumbuh berkembang secara sempurna. Tugas kitalah untuk selalu menjaga cinta kita senantiasa tulus kita berikan kepada yang kita cintai.

Jadi bagi anda yang mulai menghitung-hitung pengorbanan apa saja yang telah anda berikan kepada orang yang menurut anda sedang anda cintai, mungkin itu tanda bahwa ketulusan cinta anda sedang berkurang...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar