Ada sebuah filosofi sederhana yang diajarkan Bapak saya. Saya yakin kita semua juga sering mendengarnya. Sebagai manusia hendaknya kita lebih banyak melihat diri kita dan melakukan mawas diri, berusaha mengevaluasi kekurangan diri sendiri dari pada sibuk mencari kesalahan orang lain. "Bapak tidak pernah mengingat-ingat kesalahan orang lain, tapi Bapak selalu mengingat perbuatan baik yang pernah dilakukan orang lain," demikian pernah dikatakan Bapak pada suatu hari. Sederhana memang. Tapi tampaknya sulit dilakukan.
Saat ini saya begitu banyak menemukan orang yang lebih banyak menimpakan kesalahan kepada orang atau pihak lain, atas suatu kesulitan atau kegagalan yang mereka rasakan. Memang iya sih, dalam beberapa kasus kesusahan, kegagalan, atau penderitaan yang kita alami juga atas peran orang lain. Tapi hanya berfokus pada kesalahan orang lain, tidak akan membuat keadaan menjadi lebih baik, dan kita tidak akan pernah belajar dari kekurangan dan kesalahan kita. Sebuah evaluasi yang baik selalu menganalisis hambatan dan gangguan yang datang dari luar, juga kesalahan dan kekurangan yang diri sendiri lakukan. Langkah selanjutnya tentu saja memperbaiki diri agar tidak melakukan kesalahan dan kekurangan yang sama, serta bagai mana bertindak agar selanjutnya diri sendiri juga lebih resisten terhadap hambatan dan gangguan yang datang dari pihak yang lain.
Minggu, Desember 28, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kata-kata bijak yang amat terasa sulit untuk dipahami dan dilaksanakan. Berpikir bijak dan mawas diri...
BalasHapus