Saya habis berdiskusi dengan istri saya tentang satu hal baru yang harus dimengerti oleh seorang suami yang baru menikah. Hal itu adalah tentang kedatangan 'tamu bulanan' seorang akhwat yang biasanya diawali dengan pre-menstrual syndrome (PMS). Seorang wanita yang hendak mengalami datang bulan, akan mengalami perubahan kondisi kejiwaan, yang biasanya berupa perubahan negatif dalam kondisi psikologis dan mood-nya. Ini alamiah, tapi saya tidak tahu mengapa, yang jelas saya mengalaminya sendiri. Disaat-saat tertentu, emosi istri saya kadang-kadang seperti tidak terkendali. Jika sebagai suami nggak sabar, atau memahami kondisi, bisa-bisa berlanjut pada pertengkaran dan membawa rasa sakit hati.
Saya cuma ingin membagi tips buat para suami dan istri yang lain, terutama mereka yang baru menikah. Buat para istri, jika anda merasa sedang mengalami PMS, saya mohon beritahukanlah hal itu pada suami. Tentu saja pada saat sebelumnya saat mood anda sedang bagus dan anda sedang mesra-mesranya dengan suami, anda harus menjelaskan dulu tentang PMS ini kepada suami. Jadi anda cukup berkata pada suami, bahwa anda sedang PMS. Kalau suami anda mengerti, hal ini akan jauh lebih memudahkan anda berdua melewati PMS ini.
Hal ini saya buktikan sendiri. Beberapa hari yang lalu, istri saya secara terus terang bilang bahwa dia sedang malas ngobrol dengan saya, karena mood-nya sedang jelek pas PMS. Saya langsung mengerti dan sama sekali tidak tersinggung dengan keberatan istri saya untuk berbicara. Dan semuanya lebih baik dari sebelumnya. Cukup sehari-dua hari kami tidak berkomunikasi intens, selanjutnya sudah seperti biasa, karena istri saya sudah bisa mengendalikan emosinya. Tidak ada ketersinggungan atau letupan sedikitpun, jauh berbeda dengan yang kami alami sebelumnya.
Bagi anda para suami, saat-saat istri mengalami PMS adalah saat untuk menyingkirkan ego, dan saatnya menunjukkan kecintaan yang tulus pada istri dengan rasa memahami dan berempati pada kondisinya. Jika istri anda tidak mau ngobrol, ya biarkan dia sejenak menghabiskan waktunya sendiri. Seperti istri saya kemarin, cara yang dipilihnya untuk memperbaiki emosinya adalah dengan mendengarkan tilawah/murattal Qur'an. Saya pikir itu cara yang sangat bagus. Bisa saja istri anda menghabiskan waktu dengan mengerjakan hobi atau aktivitas lain yang disukainya. Paling jauh anda perlu menemaninya ngobrol atau jalan-jalan, jika itu yang diinginkannya.
Mengapa para istri harus memberitahu suaminya saat dia mengalami PMS? Jawabannya adalah karena para suami tidak pernah datang bulan apalagi mengalami PMS! Buat para istri, jangan terlalu berharap suami anda langsung bisa mengerti dan selalu bertingkah manis saat anda mengalami PMS. Anda para istri mungkin tidak menyadari betapa anehnya (jika tidak bisa dibilang menyebalkan) sikap anda saat mengalami PMS...
Senin, Desember 22, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar