Masih senada dengan posting saya yang terakhir sebelumnya, iman kita buktikan dengan melakukan tindakan atau amal sekecil apapun. Lihatlah seorang Abu Trika, striker kenamaan Mesir. Profesinya sebagai pemain sepak bola profesional tidak menghalangi dirinya untuk tetap memperhatikan nasib saudara-saudaranya seiman di Palestina. Bahkan, untuk aksinya Abu Trika mendapatkan kartu kuning dan harus membayar sejumlah denda kepada penyelenggara pertandingan. Bahkan kemudian menyusul peringatan dari Federasi Sepakbola Afrika atas tindakan tersebut. Sungguh aneh karena ketika seorang pemain Ghana mengibarkan bendera Israel di ajang world cup 2006, baik FIFA atau lembaga yang lain tidak bereaksi apapun atas kejadian itu. Ternyata tindakan Abu Trika juga mengundang simpati dari rakyat Mesir. Sebagian besar masyarakat Mesir pecinta sepak bola bahkan menyatakan kesediaannya menyumbang untuk membayar denda yang harus dibayar Abu Trika.Ternyata, bukan hanya disitu aksi Abu Trika. Dia bersama anggota Timnas Mesir lainnya memperkenalkan sujud syukur seorang Muslim kepada komunitas internasional. Setelah menerima piala dari Presiden Federasi Sepakbola Afrika, Abu Trika dan teman-temannya kembali ke lapangan, membentuk barisan, dan bersama-sama melakukan sujud syukur. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa tindakan itu menjadi pintu hidayah bagi beberapa anggota timnas satu negara afrika lain menuju Islam.
Sebagian besar rakyat Mesir mungkin bersimpati atas penderitaan saudara Muslimnya di Gaza. Dan Abu Trika telah memberitahukan ke dunia, adanya bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza dan Palestina. Juga sikap rakyat Mesir dan simpati mereka. Tanpa mengurangi profesionalisme dalam aktifitas mereka sehari-hari, setidaknya orang-orang ini layak kita jadikan referensi dalam bagaimana kita bisa berbuat nyata untuk sesuatu yang kita yakini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar