Minggu, Januari 04, 2009

Bersyukur (lagi) sebagai orang Indonesia...

Ini tulisan saya menyambung posting sebelumnya dengan judul yang sama. Setelah membaca posting yang kemarin, saya tidak ingin Anda menyangka bahwa saya menyukai kondisi Indonesia yang serba terpuruk, dan tidak berharap untuk suatu kondisi yang lebih baik. Saya jelas tidak menyukainya. Saya hanya mencoba mensyukuri. Sangat berbeda antara menyukai dengan mensyukuri. Keduanya bisa muncul bersamaan, rasa suka dan syukur, atau muncul sendiri-sendiri. Orang yang bersyukur, akan bisa menikmati sesuatu yang disyukurinya, meski sebenarnya dia mengaharap sesuatu yang lain. Orang yang menyukai, bisa jadi tidak bersyukur, seperti orang yang diuji Allah dengan nikmat harta, namun membelanjakan hartanya di jalan yang dimurkai Allah.

Saya hanya mencoba mengajak untuk memandang dari paradigma yang positif. Saya akan menceritakan sesuatu yang lebih pribadi sifatnya, tapi semoga bisa memberi inspirasi. Dalam perjalanan hidup saya, saya merasa bahwa biasanya saya bisa lebih berkontribusi pada suatu lembaga, organisasi, atau komunitas apapun yang bersifat belum establish. Saya pernah berkecimpung dalam banyak aktivitas sosial. Dalam organisasi, gerakan keagamaan, dan juga yayasan. Saya koq merasa lebih berguna berada dalam organisasi yang baru dibentuk dan belum berkembang. Saya selalu merasa bisa mengaktualisasi diri di sana. Memang saya akui, ada banyak pengorbanan yang harus diberikan. Mungkin ada banyak sisi kenyamanan kita yang terusik. Tapi saya suka memulai sesuatu yang baru. Saya jadi bisa bebas bereksperimen dengan segala rencana dan konsepsi saya dengan komunitas yang baru terbentuk itu. Dan saya jadi bisa lebih banyak belajar.

Klo dilihat dari sudut pandang Indonesia, Indonesia dengan masyarakatnya yang sangat majemuk dan dinamis memberikan banyak peluang kepada kita untuk memilih cara kita berkontribusi. Anda ingin menjadi pengusaha, maka ada begitu banyak peluang bisnis yang bisa dicoba. Ada yang ingin menjadi birokrat yang baik, maka ada banyak sisi buruk sistem birokrasi kita yang menunggu untuk dibenahi, lengkap dengan berbagai tipe manusia (birokrat lain) dan bermacam kepentingan siap menjadi sparing partner anda. Anda juga bisa menjadi akademisi, karena Indonesia sangat kaya dengan potensi sumber daya manusia yang cerdas yang tidak kalah dengan sumber daya negara maju seperti Jepang sekalipun, namun tidak berkembang karena tidak tersentuh atau hanya terhambat oleh keterbatasan yang ada. Namun, saya kurang tahu apakah para pekerja atau karyawan bisa berbuat banyak membuat perubahan... Jalannya terlalu panjang untuk memiliki cukup pengaruh dan kekuatan yang memberi efek bagi orang banyak. Itulah mengapa menjadi karyawan adalah pilihan terakhir saya...

Jadi, bersyukurlah juga karena anda masih punya banyak peluang untuk berkontribusi dan memberi arti bagi sebuah perkembangan kemanusiaan yang ada di Indonesia...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar