Selasa, Januari 20, 2009

Jangan pernah ragu kepada Allah

Saya benar-benar meyakini bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Kasih terhadap makhluqNya. Berulang kali saya mengalami kejadian yang membuat saya merenung dan semakin menyadari, bahwa Allah benar-benar telah menetapkan rizqi bagi setiap hambaNya. Dan Allah seperti firmanNya dalam sebuah hadits qudsi, sesuai dengan persangkaan hambaNya. Jika kita meyakini kebesaran dan kasih sayang Allah, tiadalah keraguan bahwa pasti akan ada jalan sehingga Allah menunjukkan kasih sayangnya.

Seperti dulu, disaat untuk pertama kalinya saya meminjamkan setengah uang tabungan saya yang tidak seberapa, karena saya baru saja mulai bekerja. Saya pinjamkan tabungan saya untuk seorang teman yang kesulitan membayar SPP semester pendek yang ingin dia ikuti, untuk dapat lulus tepat waktu. Hanya ukhuwah yang menjadi motivasi saya waktu itu. Dan dalam waktu singkat, Allah berkenan menunjukkan kebesaranNya. Dalam sebuah acara yang diadakan organisasi yang saya pimpin, awalnya kami terancam kerugian yang cukup besar karena kurangnya peserta. Tapi dengan kuasa Allah, dalam waktu singkat tidak lebih dari 3 hari terakhir menuju hari pelaksanaan, peserta yang mendaftar membengkak sehingga akhirnya kegiatan ini menghasilkan surplus yang cukup besar, sama dengan potensi kerugian yang kami perhitungkan sebelumnya. Saya sendiri langsung teringat dengan uang yang saya pinjamkan, dan hanya bisa bersyukur memuji Allah atas besarnya kasih sayang Allah pada kami.

Seperti juga ketika saya hendak menikah dulu, saya persiapkan dengan menabung sejumlah uang untuk keperluan pernikahan. Kurang dari sebulan menjelang pernikahan saya, seorang sahabat yang juga hendak menikah menelpon menceritakan kesulitan keuangan yang dialaminya, bahwa walimahnya terancam batal karena pihak mertua yang seharusnya menanggung sebagian biaya, tidak dapat menyediakan dana yang dibutuhkan. Padahal undangan sudah disebar. Kembali saya meminjamkan sebagian besar tabungan saya yang saya persiapkan untuk pernikahan. Dan kembali Allah berkenan menunjukkan kasih sayangNya. Saya dipertemukan dengan keluarga mertua yang sangat baik, dan tidak berniat memberatkan calon menantunya dengan beban keuangan. Bahkan sedikit sumbangan yang saya siapkan pun ditolak. "Itu disimpan aja buat nanti ngontrak rumah," demikian kata mertua saya waktu itu.

Seperti juga ketika saya tidak mendapatkan beasiswa monbusho untuk program integrated master-doktor 4 tahun di Tokodai, ternyata kemudian saya mendapatkan beasiswa doktoral 3 tahun dari dikti, dan pada saat bersamaan saya tetap diterima untuk langsung memasuki program doktor di Tokodai. Artinya, waktu yang saya perlukan untuk menempuh pendidikan di Jepang setahun lebih pendek dibanding jika saya memperoleh beasiswa Monbusho. Belum lagi dengan status saya di Tokodai sebagai mahasiswa yang "bayar sendiri," memungkinkan saya untuk mencari sumber-sumber tunjangan keuangan lain, dan dengan bantuan Sensei yang sangat baik kepada saya, saya pun mendapatkan tambahan dana.

Saya hanya bisa selalu merenungi kebesaran dan kasih sayang Allah selama ini kepada saya. Sungguh sebuah rencana indah yang telah Allah siapkan, dan saya sebagai hamba hanya bisa menjalaninya dengan penuh rasa syukur. Saya semakin yakin, bahwa dengan memiliki harapan dan keyakinan hanya kepada Allah, maka Dia tidak akan pernah mengecewakan kita. Ah... betapa sayangnya Allah kepada saya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar